Pengertian
Kelompok Sosial
Tuhan
menciptakan manusia dengan pola pikir yang berbeda-beda. Terdiri dari laki-laki
dan perempuan yang berasal dari suku dan bangsa yang berbeda untuk saling
mengenal satu dengan yang lainnya.
Salah satu
perbedaan yang cukup jelas adalah pola interaksi antara individu. Kelompok sosial terbentuk apabila satu individu bertemu dan
berinteraksi. Pertemuan itulah yang menghasilkan kelompok sosial. Kelompok sosial
haruslah berupa interaksi seperti komunikasi, kerja sama, akomodasi, dan akulturasi
yang bertujuan untuk mencapai tujuan bersama atau menyebabkan konflik dan
pertikaian.
Menurut salah
satu tokoh sosiologi Indonesia Hendropuspito, mengemukakan bahwa Kelompok
Sosial adalah suatu kumpulan yang nyata, teratur, dan tetap dari orang-orang
yang melaksanakan peranannya yang saling berkaitan guna mencapai tujuan yang
sama (Soerjono Soekanto, 2010).
Ciri-ciri Kelompok Sosial
Menurut Soerjono
Soekanto (2010), suatu kumpulan manusia atau dikatakan sebagai kelompok sosial harus
memenuhi ciri sebagai berikut.
Setiap anggota
kelompok harus memiliki kesadaran bahwa ia adalah bagian dari kelompok yang
bersangkutan
1. Adanya hubungan
timbal balik antara anggota yang satu dengan yang lainnya.
2. Ada suatu
faktor yang dimiliki bersama sehingga hubungan antara mereka bertambah erat.
3. Berstruktur,
berkaidah, dan memiliki pola perilaku.
4. Bersistem dan
berproses.
5. Memiliki struktur
sosial sehingga kelangsungan hidup kelompok tergantung pada kesungguhan
anggotanya dalam melaksanakan perannya.
6. Memiliki
norma-norma.
7. Memiliki
kepentingan atau tujuan bersama.
Proses Pembentukan Kelompok Sosial
Proses pembentukan
kelompok sosial biasanya diawali dengan adanya pertemuan dan komunikasi antara
individu satu dengan yang lainnya. Sehingga menghasilkan proses interaksi
sosial. Proses ini terjadi di lingkungan masyarakat karena pada dasarnya
manusia tidak bisa hidup sendiri dan akan selalu bergantung dengan individu
lainnya.
Hal tersebut memberikan
pemahaman bahwa kelompok sosial akan membawa individu satu dan yang lainnya
semakin erat dan akan dipersatukan dengan sebuah kelompok sosial.
Faktor Pembentuk Kelompok Sosial
Dalam buku Sosiologi
(2016) Karya Janu Murdiyanto dan kawan-kawan, dijelaskan bahwa ada 2 faktor
pembentuk kelompok sosial, yaitu:
1. Kedekatan
a. Kedekatan Geografis Tempat Tinggal
Pengaruh
tingkat kedekatan atau kedekatan geografis terhadap keterlibatan seseorang
dalam sebuah kelompok seseorang dalam sebuah kelompok tidak bisa diukur. Kelompok
tersusun atas individu yang saling berinteraksi. Semakin dekat jarak geografis
antara dua orang, maka semakin mungkin mereka saling melihat, berbicara an
bersosialisasi. Singkatnya, kedekatan fisik meningkatkan peluang interaksi dan
bentuk kegiatan bersama yang memungkinkan terbentuknya kelompok sosial.
b. Kedekatan Geografis Asal Daerah Asal
Ketika seseorang merantau masih di daerah asal, maka akan semakin besar kemungkinan individu untuk melakukan komunikasi.
2. Kesamaan
Perbedaan kelompok sosial tidak hanya bergantung pada kedekatan fisik, akan tetapi juga kesamaan diantara anggota-anggotanya.
a. Kesamaan Kepentingan
Dengan adanya
dasar utama adalah kesamaan kepentingan maka kelompok sosial ini akan bekerja
sama demi mencapai kepentingan yang sama tersebut.
b. Kesamaan Keturunan
Kelompok sosial
yang terbentuk atas dasar persamaan keturunan biasanya orientasinya untuk
menyambung tali silaturahmi persaudaraan sehingga masing-masing anggotanya
saling berkomitmen untuk tetap aktif.
c. Kesamaan Nasib
Dengan adanya
kesamaan nasib, pekerjaan dan profesi, maka akan terbentuk kelompok sosial yang
mewadahinya untuk meningkatkan taraf hidup maupun kinerja masing-masing anggotanya

0 Comments