Gambar oleh <a href="https://pixabay.com/id/users/geralt-9301/?utm_source=link-attribution&amp;utm_medium=referral&amp;utm_campaign=image&amp;utm_content=5131429">Gerd Altmann</a> dari <a href="https://pixabay.com/id/?utm_source=link-attribution&amp;utm_medium=referral&amp;utm_campaign=image&amp;utm_content=5131429">Pixabay</a>


Pengertian Kelompok Sosial

Tuhan menciptakan manusia dengan pola pikir yang berbeda-beda. Terdiri dari laki-laki dan perempuan yang berasal dari suku dan bangsa yang berbeda untuk saling mengenal satu dengan yang lainnya.

Salah satu perbedaan yang cukup jelas adalah pola interaksi antara individu. Kelompok sosial terbentuk apabila satu individu bertemu dan berinteraksi. Pertemuan itulah yang menghasilkan kelompok sosial. Kelompok sosial haruslah berupa interaksi seperti komunikasi, kerja sama, akomodasi, dan akulturasi yang bertujuan untuk mencapai tujuan bersama atau menyebabkan konflik dan pertikaian.

Menurut salah satu tokoh sosiologi Indonesia Hendropuspito, mengemukakan bahwa Kelompok Sosial adalah suatu kumpulan yang nyata, teratur, dan tetap dari orang-orang yang melaksanakan peranannya yang saling berkaitan guna mencapai tujuan yang sama (Soerjono Soekanto, 2010).


Ciri-ciri Kelompok Sosial

Menurut Soerjono Soekanto (2010), suatu kumpulan manusia atau dikatakan sebagai kelompok sosial harus memenuhi ciri sebagai berikut.

Setiap anggota kelompok harus memiliki kesadaran bahwa ia adalah bagian dari kelompok yang bersangkutan

1. Adanya hubungan timbal balik antara anggota yang satu dengan yang lainnya.

2. Ada suatu faktor yang dimiliki bersama sehingga hubungan antara mereka bertambah erat.

3. Berstruktur, berkaidah, dan memiliki pola perilaku.

4. Bersistem dan berproses.

5. Memiliki struktur sosial sehingga kelangsungan hidup kelompok tergantung pada kesungguhan anggotanya dalam melaksanakan perannya.

6. Memiliki norma-norma.

7. Memiliki kepentingan atau tujuan bersama.


Proses Pembentukan Kelompok Sosial

Proses pembentukan kelompok sosial biasanya diawali dengan adanya pertemuan dan komunikasi antara individu satu dengan yang lainnya. Sehingga menghasilkan proses interaksi sosial. Proses ini terjadi di lingkungan masyarakat karena pada dasarnya manusia tidak bisa hidup sendiri dan akan selalu bergantung dengan individu lainnya.

Hal tersebut memberikan pemahaman bahwa kelompok sosial akan membawa individu satu dan yang lainnya semakin erat dan akan dipersatukan dengan sebuah kelompok sosial.


Faktor Pembentuk Kelompok Sosial

Dalam buku Sosiologi (2016) Karya Janu Murdiyanto dan kawan-kawan, dijelaskan bahwa ada 2 faktor pembentuk kelompok sosial, yaitu:

1. Kedekatan

a. Kedekatan Geografis Tempat Tinggal

Pengaruh tingkat kedekatan atau kedekatan geografis terhadap keterlibatan seseorang dalam sebuah kelompok seseorang dalam sebuah kelompok tidak bisa diukur. Kelompok tersusun atas individu yang saling berinteraksi. Semakin dekat jarak geografis antara dua orang, maka semakin mungkin mereka saling melihat, berbicara an bersosialisasi. Singkatnya, kedekatan fisik meningkatkan peluang interaksi dan bentuk kegiatan bersama yang memungkinkan terbentuknya kelompok sosial.

b. Kedekatan Geografis Asal Daerah Asal

Ketika seseorang merantau masih di daerah asal, maka akan semakin besar kemungkinan individu untuk melakukan komunikasi.

2. Kesamaan

Perbedaan kelompok sosial tidak hanya bergantung pada kedekatan fisik, akan tetapi juga kesamaan diantara anggota-anggotanya.

a. Kesamaan Kepentingan

Dengan adanya dasar utama adalah kesamaan kepentingan maka kelompok sosial ini akan bekerja sama demi mencapai kepentingan yang sama tersebut.

b. Kesamaan Keturunan

Kelompok sosial yang terbentuk atas dasar persamaan keturunan biasanya orientasinya untuk menyambung tali silaturahmi persaudaraan sehingga masing-masing anggotanya saling berkomitmen untuk tetap aktif.

c. Kesamaan Nasib

Dengan adanya kesamaan nasib, pekerjaan dan profesi, maka akan terbentuk kelompok sosial yang mewadahinya untuk meningkatkan taraf hidup maupun kinerja masing-masing anggotanya